Yuk Simak, Faktor Penentu Besaran Tarif Jalan Tol

Yuk Simak, Faktor Penentu Besaran Tarif Jalan Tol
Transportasi.co | Mahalnya tarif tol di Indonesia, sempat menjadi pemberitaan utama di berbagai media di Tanah Air. Dari berbagai pendapat yang sempat mengemuka, mahalnya tarif tol tidak terlepas dari biaya pembangunan tol 2 jalur di Indonesia yang mencapai Rp100 per kilometer (km). Jika diperbandingkan dengan negara Thailand, pembangunan ruas jalan tol 3 kali lebih murah. 

Tentu saja, mahalnya biaya pembangunan itu berimbas pada tarif tol. rata-rata tarif tol di Indonesia mencapai Rp 1.300 per km, paling mahal di kawasan Asia Tenggara. Sebagai pembanding, tarif tol di Malaysia Rp 492 per km, Thailand Rp 440 per km, Singapura Rp 778 per km, Vietnam Rp 1.200 per km, dan Filipina Rp 1.050 per km.
 

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit mengatakan, biaya pembangunan jalan tidak terlepas dari kondisi di lapangan dan jenis jalan tol yang dibangun. “Untuk biaya pembangunan tol elevated akan berbeda dengan jalan tol yang tidak elevated,” jelas Danang, saat ditemui di kantornya, Rabu (20/2/2019).

Pria yang pernah menjadi  Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menambahkan,  mengungkapkan tarif tol yang diberlakukan merupakan keputusan pemerintah berdasarkan tingkat pengembalian investasi saat tender dilakukan.

Adapun sebelum menggarap pembangunan tol, lanjut dia, Kementerian PUPR melakukan lelang terlebih dahulu. “Jika menang tender, badan usaha wajib membangun tol dengan biaya sendiri, kemudian pengembaliannya dari pendapatan tol. Tarif tol yang diberlakukan adalah tarif hasil tender investasi,” ujar dia.

Danang menambahkan, sementara tarif hasil tender itu dihitung berdasarkan rasio pengembalian investasi dengan rumus volume lalu lintas dikali tarif. “Maka ketika tol itu dinilai akan ramai, tarif yang diberlakukan bisa makin murah. Jadi saat perhitungan rencana bisnis itu semakin tinggi volume lalu lintas, memungkinkan tarif yang diajukan saat tender investasi lebih rendah. Begitu sebaliknya,” jelasnya.

Selain itu, jika menang tender, tol itu tak lantas menjadi milik badan usaha itu, melainkan badan usaha itu diberikan hak kelola sekitar 35-50 tahun. Maka semakin lama hak kelola yang diberikan, otomatis tarif bisa makin murah. "Lalu ada penyesuaian tarif setiap 2 tahun berdasarkan laju inflasi. Investasi yang dikeluarkan dikembalikan melalui pendapatan tol," tandas Danang. (TS)

 

 




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu