Tak Pandang Bulu, Korban Pembegalan dari Dirjen PUPR hingga Nyawa Ibu Hamil

Tak Pandang Bulu, Korban Pembegalan  dari Dirjen PUPR hingga Nyawa Ibu Hamil
Transportasi | Aksi begal maupun penjambretan semakin banyak terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Tak hanya harta benda, nyawa pun menjadi taruhannya. Tercatat beberapa aksi pembegalan dan penjambretan terjadi tanpa memandang korbannya. Berikut aksi begal dan penjambretan di beberapa daerah.

Ibu Hamil Ditembak dan Ditusuk di Tangerang
Baru saja terjadi, Saripah, wanita yang sedang mengandung 4 bulan itu tewas di tangan begal di Pinang, Kota Tangerang, Rabu (4/7) malam. Saat itu korban sedang bersama anaknya menunggu sang suami yang sedang ke penjual pulsa di Jalan Rasuna Said RT 04/01 Pakojan, Pinang sekitar pukul 19.00 WIB. Tidak lama, datang dua orang laki-laki dengan sepeda motor Honda Beat putih dan merebut paksa motor korban. Korban yang mempertahankan motornya, seketika ditembak oleh pelaku pada bagian dada sebelah kiri dan ditusuk di bagian perut. Korban mengalami luka tembak dan luka tusukkan, dan akhirnya meninggal di rumah sakit.

Dijambret di Jalan, Korban Terlempar dan Tewas di Jakarta Timur
Nasib serupa juga terjadi di daerah Cempaka Putih. Wasilah (37) menjadi korban penjambretan di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Timur, pada Minggu (1/7). Insiden penjambretan yang berujung kematian itu terekam oleh CCTV. Pelaku terlihat mengenakan jaket merah dan menggunakan Suzuki Satria F. Saat kejadian, pelaku berusaha merebut tas milik Wasilah, akibatnya Wasilah terlempar dari motor dan tewas seketika di lokasi kejadian. Pelaku hingga saat ini belum ditangkap. Namun, pihak kepolisian mengaku sudah mengantongi identitas pelaku.

Bersepeda pun Tak Luput dari Aksi Kejahatan
Tak hanya sepeda motor, sepeda pun turut menggiurkan nafsu para pembegal. Dua begal bersejata tajam beraksi di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (30/6). Pengendara sepeda bernama Robertus Soutwell Bougie Hartono, 35 tahun, menjadi korban. Pelaku merampas handphone, duit, dan sepeda seharga 30 juta milik korban ketika ia sedang bersepeda menuju pertemuan komunitas sepedanya. Bougie mengatakan pelaku yang berusia sekitar 20 tahun itu menodongkan celurit. "Awalnya hanya minta handphone dan dompet saya. Tapi akhirnya sepeda juga dirampas," kata Bougie.

Dirjen PUPR Turut Menjadi korban
Beberapa pekan lalu, Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarief Burhanudin juga tak luput dari penjambretan saat bersepeda di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Minggu (24/6). Seorang pengendara motor tiba-tiba mencoba mengambil ponsel milik Syarief. Tidak menyerah, Syarief mencoba mempertahankan ponsel dengan memegang tangan pelaku. Namun nahas, Syarief terjatuh saat mencoba pertahankan ponsel miliknya. Akibat insiden itu, Syarief mengalami patah tulang sehingga harus dirawat dan dioperasi di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.

Supir Taksi Online Tewas Tergantung di Jembatan
Aksi pembegalan yang berujung pada kematian juga dialami seorang supir taksi online di Palembang. M Aji Saputra yang berprofesi sebagai driver taksi online ditemukan tewas mengenaskan. Jasad Aji ditemukan tewas mengenaskan tergantung di Jembatan Beruge, Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin Kamis (14/6).
Aksi ini dilakukan oleh tiga orang pelaku. Satu pelaku terpaksa ditembak mati oleh polisi lantaran melawan petugas saat akan ditangkap, sementara dua lainnya menyerahkan diri.

Data Penting Staf Istana Presiden Ikut Digondol
Staf Istana Kepresidenan juga tak luput dari daftar korban begal. Armedya Dewangga harus kehilangan berbagai dokumen penting dan beda berharga lainnya ketika ia sedang berkendara di Jalan Gajah Mada, kawasan Mangga Besar, Jakarta pada 8 Juni 2018 lalu. Lokasi kejadiannya sekitar Halte Transjakarta Glodok.
Menurut Armedya, pelaku menggunakan modus meneriaki bahwa ban mobilnya kempis. Jumlah pelaku empat orang dengan mengendarai tiga sepeda motor.  Akibat kejadian itu, Armedya kehilangan satu unit MacBook ME294, hard disk Seagate, hard disk Western Digital putih milik KSP, dan uang tunai Rp 3,3 juta.

Dari serangkaian kasus penjambretan dan pembegalan yang terjadi, Polda Metro Jaya yang menginstruksikan Operasi Mandiri untuk memberantas begal dan jambret. Operasi jambret-begal dikabarkan akan dibuat operasi kewilayahan selama 24 jam. Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis pun menginstruksikan untuk melakukan penangkapan terhadap begal dan jambret dan tidak ragu untuk melakukan tindakan tegas dan terukur bila ada perlawanan. (MA)
 



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu