Selamat Jalan “Bapak Teknologi Indonesia” BJ Habibie

Selamat Jalan “Bapak Teknologi Indonesia” BJ Habibie
Transportasi.co | Indonesia sedang berkabung. Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang akrab disapa BJ Habibie, dikabarkan wafat, setelah beberapa hari menjalani perawatan medis di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18.05 WIB.

Ibarat pepatah ‘Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama’, demikian nama BJ Habibie akan terus dikenang karena jasa besar yang telah diberikan bagi bangsa Indonesia. Meski tiada lagi senyum khas dari Bapak Teknologi Indonesia ini, telah memberikan warna lewat ide, gagasan, dan langkah terkait bidang eksak, mulai kedirgantaraan sampai otomotif.

Sederet nama berikut menghadirkan kenangan akan keandalan BJ Habibie sebagai seorang putra bangsa. Seperti Maleo, Nurtanio, sampai BPPT dan Puspiptek. Seandainya beliau masih ada, tentu Kendaraan Bermotor Listrik atau KBL menjadi salah satu topik seru untuk perbincangan.

Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 lalu, pernah menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) serta menginisiasi terbentuknya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dari salah satu karya beliau yang terus diingat adalah program mobil nasional.

Selain piawai dalam membuat pesawat, presiden ketiga RI yang pernah mengenyam pendidikan di Jerman tersebut juga bisa dibilang akrab dengan dunia otomotif. Ia pun mempunyai banyak koleksi baik mobil maupun motor. 

Namun di antara salah satu koleksi tersebut terdapat satu mobil yang special, yaitu Mercedes-Benz 300SL, yang dulunya 'dirakit' oleh BJ Habibie dari rongsokan di pedalaman hutan. Sekilas mengenai Mercedes-Benz 300SL, mobil tersebut mempunyai mesin sebesar 2.996cc. Konon kabarnya mobil tersebut mampu meraih kecepatan hingga 260 km/jam.

Jauh sebelum munculnya mobil Esemka yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu yang lalu, Indonesia telah lama menggagas adanya mobil nasional. Salah satu pencetus ide mobil nasional adalah Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie, semasa sebelum Presiden Soeharto turun dari jabatan.

Mengusung nama Maleo, mobil rancangan BJ Habibie ini berjenis sedan. Maleo dirancang tahun 1996, dan diprediksi bakal memiliki efisiensi bahan bakar yang tinggi serta banderol tidak mahal. Pada saat itu, konon mobil tersebut dipatok harga jualnya agar tidak melebihi Rp 30 juta, agar mobil tersebut sangat terjangkau bagi masyarakat.

Mobil tersebut mengusung kapasitas mesin 1200cc yang dikembangkan dengan perusahaan Australia. Yang spesial dari mobil ini adalah mesin mobil tersebut yang menggunakan teknologi mesin dua tak dengan sistem pengabut bahan bakar injeksi. Hal tersebut tentu membuat mobil ini mempunyai performa yang sangat bisa diandalkan namun dengan konsumsi bahan bakar yang irit.

Mobil ini berpotensi menjadi mobil pertama karya anak bangsa, namun sayangnya proyek pengembangan mobil ini dihentikan lantaran presiden saat itu, Soeharto lebih memilih memproduksi mobil Timor sebagai mobil nasional. (TS)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu