SDM Sektor Enjinering, Legal, dan Keuangan, Kunci Sustainability Infrastruktur Transportasi

SDM Sektor Enjinering, Legal, dan Keuangan, Kunci Sustainability Infrastruktur Transportasi
Transportasi.co | Selama 4 tahun terakhir banyak proyek infrastruktur transportasi selesai dibangun, seperti  Infrastrutuktur transportasi perkotaan, udara, laut, jalan, dan kereta api.    

Semuanya mengalami tantangan dalam pembiayaan operasional dan pemeliharaan (operating expenditure) pada masa kritis awal (ramp up period), saat proyeksi demand usaha belum mencapai target yang diperkirakan. 

Agus Taufik Mulyono, Ketua Presidium Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, mengatakan tanpa penanganan yang sistematis, konsisi ini dikhawatirkan dapat mengancam berkelanjutan pengelolaan infrastruktur transportasi.

"Padahal pembangunan infrastruktur transportasi akan terus berlanjut, baik karena  meningkatnya demand akibat pertumbuhan alamiah maupun akibat makin terintegrasinya 
layanan transportasi di Indonesia," jelas Agus, di acara Seminar Nasional Masyarakat Transportasi Indonesia, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Hal senada juga disampaikan Ellen W Tangkudung, anggota Presidium MTI, diperlukan terobosan kebijakan dan solusi untuk mengatasi masalah pembiayaan dan operasional di masa kritis awal tersebut dengan memanfaatkan skema keuangan dan kemajuan teknologi. 

"Untuk itu MTI menyelenggarakan 
seminar nasional dengan tema Memberdayakan stakeholders untuk menciptakan Infrastruktur Transportasi yg berkelanjutan," ujar dia.

"Seminar ini adalah bagian dari pelaksanaan misi MTI untuk aktif memberikan sumbangan pemikiran bagi kebijakan transportasi di Indonesia," kata Muslich Z. Asikin, anggota Presidum MTI.

Adapun Tujuan Seminar ini adalah untuk :
1. Ikut menciptakan layanan transportasi yang berkelanjutan;

2. Menggali pembelajaran prakarsa, pencapaian, dan praktik terbaik pembangunan infrastruktur transportasi yang berkelanjutan;

3. Merumuskan solusi praktis untuk keberkelanjutan infrastruktur transportasi dari aspek enjinering, teknologi, dan keuangan;

4. Membangun konsensus ttg pilihan kebijakan transportasi berkelanjutan melalui sistem pembiayaan, sistem manajemen operasional, sistem teknologi, dan sistem kelembagaan yang sesuasi;

5. Menginisiasi modalitas kerjasama untuk keberlanjutan pengembangan infrastruktur transportasi; dan

6. Membentuk  platform koordinasi seluruh stakeholders antar lembaga, baik di tingkat nasional maupun di internasional, untuk memfasilitasi kemitraan dan kolaborasi 
antara industry transportasi, pemerintah, bank-bank pembangunan, organisasi internasional, LSM, dan badan-badan pendonor bilateral

"SDM yg cakap dalam hal enjinering, legal, dan keuangan menjadi kunci Sustainability infrastruktur transportasi," tutup Soegeng Poernomo, Presidium MTI Pusat. (TS)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu