Author : Yusuf

Sambut Hari Perhubungan, Program PO Bus Berkeselamatan Digelar

Dibuat : Sep 4th, 2016 12:47:20  |  0 comments

Sambut Hari Perhubungan, Program PO Bus Berkeselamatan Digelar
Transportasi.co | Program Pelopor Perubahan PO Bus Berkeselamatan yang dirancang Direktorat Jenderal Perhubungan Darat guna melakukan perubahan ke arah yang lebih baik demi peningkatan kualitas keselamatan dan pelayanan bus kepada masyarakat. 

Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto Iskandar menjelaskan pada peringatan Hari Perhubungan Nasional tanggal 17 September 2016 mendatang, pihaknya  akan melaunching para pelopor perubahan PO bus berkeselamatan.

“Bagi para PO bus yang siap melakukan perubahan, silahkan menjadi pelopor dengan kriteria mau berubah, mau turun ke lapangan, mau bertegur sapa, mau menerima saran, dan mau berbuat,” terang Pak Dirjen pada awak media (2/9) saat digelar sebuah seminar transportasi di Mall Tower Jakarta.

Seminar yang dihadiri oleh puluhan perwakilan PO bus, asosiasi, akademisi tersebut, para peserta seminar menyampaikan banyak masukan kepada Kementerian Perhubungan terkait peningkatan keselamatan, keamanan, dan pelayanan bus dan terminal, “Semua masukan dan keluhan sudah dicatat, kami pasti akan melakukan perbaikan,” ungkap Pudji.

Terkait dengan beberapa kejadian pelemparan batu ke bus yang terjadi di beberapa daerah, Pudji menyatakan bahwa kejadian pelemparan tersebut mungkin bermula dari sikap pengemudi bus tersebut sehingga harus melakukan perbaikan terhadap diri sendiri. 

“Misalnya pengemudinya ngebut atau PO bus tersebut pernah mengalami kecelakaan, jadi masyarakat sekitar menandai PO tersebut dan melakukan pelemparan,” tutur dia.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian agar menindaklanjuti kejadian pelemparan tersebut, “Kami akan terus melakukan pengecekan bus serta meningkatkan kualitas pengecekan bus tersebut,” tegasnya.

Pudji pun mengajak seluruh masyarakat agar turut berperan dalam peningkatan keselamatan, “Setiap penumpang mempunyai peran penting untuk berani menegur pengemudi yang tidak mematuhi peraturan,” jelas Pudji. 

Terkait faktor kenyamanan di terminal, Pudji menjelaskan bahwa Kementerian Perhubungan akan melakukan pembenahan terhadap terminal yang menjadi wewenangnya yaitu terminal tipe A. 

“Ke depannya, akan ada zonanisasi di terminal yang terdiri dari zona 1 adalah untuk para pengantar, zona 2 untuk pembelian tiket, zona 3 untuk ruang tunggu calon penumpang, dan zona 4 untuk keberangkatan penumpang,” jelas Pudji. 

Zonanisasi terminal tersebut telah dilakukan di Terminal Tirtonadi Solo, “Ke depannya, Organda juga akan me-launching penjualan tiket bus secara online,” ujarnya.

Dengan terus melakukan kerja sama serta koordinasi antara regulator dan operator, semua perubahan dan peningkatan keselamatan, keamanan, dan pelayanan bus tersebut dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada moda bus sehingga masyarakat akan lebih memilih menggunakan bus daripada menggunakan kendaraan pribadi sehingga dapat mengurangi kepadatan di jalan. **AD

0 Komentar

Berikan komentar anda

MENHUB BERI PENGHARGAAN PADA UNIT PELAYANAN PUBLIK BERPRESTASI 2016
Laporan Khusus

MENHUB BERI PENGHARGAAN PADA UNIT PELAYANAN PUBLIK BERPRESTASI 2016

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyerahkan trophy dan piagam penghargaan pelayanan prima unit pelayanan publik kepada para Manajemen Unit Pengelola Pelayanan Publik berprestasi, (19/9) di Kantor Kementerian Perhubungan RI, Jakarta.

     1 Komentar
PRODUKTIF SAAT DELAY
Daerah

PRODUKTIF SAAT DELAY

Di zaman modern seperti sekarang ini banyak sekali tekhnologi yang berkembang pesat dari waktu ke waktu, pasalnya dalam setiap perputaran detik mampu merubah segala sesuatu yang kita perlukan dengan instan

     1 Komentar

Citilink Mengangkasa Di Langit Papua Mulai Oktober 2016
Trans Angkasa

Citilink Mengangkasa Di Langit Papua Mulai Oktober 2016

Transportasi.co | Citilink Indonesia akan membuka rute ke Papua sebagai salah satu upaya untuk memperluas konektivitas Citilink ke daerah Timur Indonesia.

     0 Komentar
Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Akan Gunakan Tenaga Listrik
Transportasi

Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Akan Gunakan Tenaga Listrik

Kementerian Perhubungan dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan kajian awal dalam proyek kereta api Jakarta-Surabaya.

     0 Komentar