Permudah Urusan Logistik, ALFI Bangun Platform Digital

Permudah Urusan Logistik, ALFI Bangun Platform Digital
Transportasi | Tidak hanya dukungan dari kebijakan saja dalam memajukan sektor logistik nasional. Pada era sekarang ini sistem digitalisasi sangat dibutuhkan untuk mempermudah laju logistik. Bahkan besarnya potensi bisnis pengiriman berbasis digital membuat banyak investor melirik bisnis ini.

Berkenaan dengan beberapa kebijakan telah dibuat Bea Cukai untuk memperlancar proses logistik dan perdagangan internasional. Kebijakan-kebijakan itu antara lain advance manifest system, export simplification for CBU Vehicles, web-based import and export system, export simplification for CPO and drivatives, D/O Online System, elektronik SKA, TPS Online System, serta autogate system. 

Nmun sayang, peringkat LPI (Logistics Performance Index) Indonesia pada 2018 menempati urutan ke 46 masih berada di bawah Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Singapura. Hal ini disebabkan belum adanya platform digital yang mempertemukan pelaku usaha sektor logistik dari sisi permintaan dan persediaan, sehingga timbul informasi asimetris. 

Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Keuangan tengah mengembangkan National Logistic Ecosystem (NLE) bertujuan mempertemukan pelaku usaha logistik baik ekspor maupun impor di dalam satu platform untuk saling bertukar informasi dengan konsep API (Application Programming Interface).

Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) telah siap untuk mendukung program NLE. Di mana ALFI telah membangun ecosystem collaboration melalui pengembangan digitalisasi Smart Logistics melalui Website ALFI (ilfa.or.id) dan terkoneksi dengan platform digital yang disebut Digico (digico.id). 

Ketua Umum DPP ALFI Yukki Nugrahawan menjelaskan, pengembangan Platform Digital dilakukan secara bertahap, saat ini modul yang siap adalah modul impor, ekspor, track and trace, yang telah mencakup lebih dari 150 negara. Selanjutnya pengembangan rantai pasok sampai dengan ke last mile delivery. Selain itu, ALFI juga kembangkan di IoT, pergudangan, depo dan data exchange (pertukaran data) cross border, tak lupa sektor Perbankan dan Asuransi untuk menunjang Trade Financing.

“Tahap awal Track and Trace yang saat ini dikembangkan tentunya meliputi transport laut, darat dan udara. Untuk keamanan digital ALFI juga melakukan kerja sama dengan Peruri Digital Security,” ucap Yukki. Selasa, (3/12).

Lebih lanjut, Yukki mengatakan, intinya adalah collaboration di mana konektivitas digital ini bisa dilakukan secara seamless dan end to end tanpa ada proses intervensi manual. Karena dalam era keterbukaan saat ini tidak ada yang bisa bergerak sendiri dan dibutuhkan kolaborasi baik dari dalam maupun luar negeri.

“Pentingnya kolaborasi digital platform sehingga menjadi satu ecosystem akan membuat seamless synergy di antara para pemangku kepentingan baik pemerintah maupun swasta,” tutup Yukki. (CR)



 



0 Komentar

Berikan komentar anda