Pengamat : Tidak Masalah Status Bandara Diubah Menjadi Bandara Domestik

Pengamat : Tidak Masalah Status Bandara Diubah Menjadi Bandara Domestik

Transportasi.co | Ada 8  bandara internasional yang diusulkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk diubah statusnya menjadi bandara domestik.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah mengusulkan 8 bandara internasional yang diubah statusnya menjadi bandara domestik. Kedelapan bandara tersebut meliputi Bandara Maimun Salah (Sabang), RH. Fisabilillah (Tanjung Pinang), Radin Inten II (Lampung), Pattimura (Ambon), Frans Kaisiepo (Biak), Banyuwangi (Banyuwangi), Husein Sastranegara (Bandung) dan Mopah (Merauke).

Menanggapi hal tersebut, pengamat penerbangan Arista Atmadjati sekaligus founder Arista Indonesia Aviation Center (AIAC) mengatakan, tidak masalah jika status bandara-bandara diubah menjadi bandara domestik. Menurutnya, saat ini penumpang rute internasional masih sedikit.

"Tidak apa-apa bandara berubah status karena penumpang rute internasionalnya sedikit, hampir tidak ada penerbangan," ucapnya.

Arista menyebut seperti halnya bandara di Balikpapan, Manado, Lombok, dan Pontianak yang memiliki sedikit penumpang ke luar negeri. Padahal dengan status sebagai bandara internasional maka akan mempunyai kantor cabang imigrasi, karantina dll yang memakan biaya.

"Daripada boros, saya setuju statusnya dirubah jadi bandara domestik saja demi penghematan biaya operasional," sebutnya.

Lanjut, ia mengatakan "Kalau balik normal ada kemungkinan beberapa dibuka status internasional seperti Manado, Lombok, Tanjung Pandan itu punya potensi jadi bandara internasional lagi," ujarnya,

Jadi menurut Arista dengan adanya perubahan status bandara itu juga tidak akan mempersulit upaya pemerintah meningkatkan wisatawan mancanegara karena sejak pandemi trafiknya sangat sedikit dari dan dalam ke luar negeri. Sehingga ia juga khawatir apabila berlanjut maka kebutuhan biaya untuk operasional tidak akan mencukupi. (Cr)

 

 

 

 




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu