Menjawab Tantangan Bisnis Logistik Masa Kini

Menjawab Tantangan Bisnis Logistik Masa Kini
Transoportasi | Bisnis logistik di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Era disrupsi memberikan peluang bagi perusahaan penyedia jasa logistik untuk memberikan pelayanan bisnisnya. Hal ini berpengaruh terhadap kinerja bisnis jasa logistik seperti PT Pos Logistik Indonesia. 

Melihat peluang bisnis logistik di Indonesia dari data Kementerian Perhubungan tahun 2016 tentang target pembangunan infrastruktur transportasi tahun 2015-2019. Target pembangunan infrastruktur antara lain pembangunan BRT di 34 kota dengan pengadaan 3.170 bus, penerapan teknologi ATCS di seluruh ibu kota provinsi, pembangunan pelabuhan penyebrangan di 65 lokasi, pembangunan jalur KA 3.258 km di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua, pengembangan 100 pelabuhan non komersial, pembangunan 103 kapal perintis, pembangunan atau pengembangan bandara di 100 lokasi, dan lain-lain.
 
PT Pos Logistik Indonesia (Poslog) melihat potensi pasar logistik di Indonesia sangat besar sekitar Rp 3.400 triliun. Sejak berdiri tahun 2012 Poslog memposisikan sebagai perusahaanthird party logistics (3PL) supplier eksternal yang mengelola sebagian atau semua aktivitas fungsi logistik. Solusi logistik yang Poslog berikan pengelolaan warehousing, transportation, dan distribution. 

Yuzon Erman, Direktur Utama PT Pos Logistik Indonesia PT Pos Logistik Indonesia mengatakan, dalam beberapa waktu ini Poslog telah mengembangkan solusi logistiknya. Mengelola warehouse dan distribusi produk-produk dari BUMN seperti PT Pertamina, PT Semen Baturaja, Antam, Pupuk Indonesia, dan PT Hutama Karya. Serta perusahaan swasta yang telah menjalin kerja sama. Selain itu, Poslog juga menangani project logistics pada heavy cargo, ditambah pengembangangan e-commerce logistics dengan mengoptimalkan outlet Pos Indonesia yang ada di beberapa kota.

“Tidak hanya bisnis 3PL dan  4PL, kedepan tahun 2023 kami akan masuk pada bisnis 5PL plus fulfillment center,”ucap Yuzon saat ditemui di Kantornya. 

Bahkan di sektor e-commerce Poslog bekerja sama dengan pihak Bandara International Jawa Barat (BIJB) dalam bentuk konsorsium dengan PT Pos Indonesia dan PT Jasa Angkasa Semesta untuk menggarap lahan BIJB seluas 20 hektare mendirikan cargo area yang didukung oleh freighter baik ekspor maupun impor. Nota kerja sama ini ditandatangani pada 18 Oktober 2019.

“Beberapa tahun terkahir ini pertumbuhan bisnis Poslog memnujukkan peningkatan yang cukup signifikan. Jadi Poslog membantu kontribusi bisnis holding, juga mendapat dukungan dari komisaris dan pemegang saham dalam mengembangkan bisnis Poslog,”ujar.

Tercatat pertumbuhan pendapatan PT Pos Logistik Indonesia. Dari 2014 hingga 2018 pertumbuhan pendapatan lebih dari 15 persen. Poslog menargetkan pendapatan lebih dari Rp 1 triliun pada 2020, yang ditopang oleh bisnis project logistics, contract logistics, freight forwarding, kurir komersial, dan trade supply chain.

Lanjut, dia berkata, dalam menjawab tantangan bisnis pada era disrupsi ini, Poslog fokus dan kosisten dalam memberikan solusi value chain kepada pelanggannya melalui layanan logistik better dan faster .  Poslog memiliki sarana logistik yang baik dalam bentuk pergudangan, alat transportasi dan distribusi. Terlebih adanya binis online / e-commerce sangat mempengaruhi kinerja Poslog.

“Kami memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan,”ucapnya.

Yuzon menambahkan, pada era binis online / e-commerce ada 3 pilar utama yang ditopang yakni sourcing, e-market place, dan last mile delivery. Dengan begitu, memberikan peluang baru bagi Poslog masuk ke bisnis e-commerce seperti kurir, pusat logistik berikat, dan fulfillment center. Untuk meningkatkan kinerja bisnis e-commerce, Pos Logistik mengembangkan pendekatan sistem manajemen logistik dan supply chain.
 
“Kunci keberhasilan aktivitas logistik adalah Quality, Cost, dan Time,”pungkasnya. (CR)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu