Menduga Ada Direksi Mirip Ari Askhara di BUMN

Menduga Ada Direksi Mirip Ari Askhara di BUMN
Transportasi.co | Said Didu ikut menanggapi kasus penyelundupan Harley yang berujung dipecatnya I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Ashkara dari jabatan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia. Bahkan, dia menduga ada kelakuan direksi lain di BUMN yang mirip kelakukannya (Ari Ashkara).

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu ternyata tidak kaget atas penyelundupan onderdil Harley Davidson yang dilakukan Ari Askhara. "Saya kaget dan tidak kaget. Saya kaget karena ada orang yang berani melakukan hal ini. Saya tidak kaget karena yang melakukan Ari Askhara," ujar Said Didu.

Pria yang menjabat sebagai Pemimpin Umum Majalah Transportasi Indonesia menambahkan, Ari Askhara adalah orang yang 'kuat’. Menurutnya, Ari menjadi direksi hanya dalam empat tahun dan jabatan terus mengalami kenaikan. "Menurut saya, Ari Askhara orang yang sangat 'kuat’. Bayangkan dia masuk ke BUMN jadi Direksi 2014 dan hanya empat tahun pindah jadi direksi dan naik terus. Rata-rata hanya delapan bulan di satu jabatan," tutur Said Didu.

Selanjutnya dia menjelaskan bagaimana 'kekuatan' Ari Askhara yang pernah terlibat kasus, tapi tetap kembali menjadi Dirut. "Saat menjadi Direktur Keuangan di Garuda diberhentikan karena ada kasus, tapi balik lagi jadi Dirut. Bisa dikatakan, orang ini adalah orang kuat," ujar pria berkacamata itu.

Dalam pemilihan Direksi BUMN, orang seperti Ari Askhara adalah musuh utamanya. "Ini adalah musuh utama dalam pemilihan Direksi BUMN, saya katakan ke Menteri BUMN. Sekali Bapak menggunakan variabel non profesional untuk memilih Direksi, maka rusak BUMN," ujar Said Didu.

Dalam proses pemilihan Direksi, Said Didu menjelaskan tahu banyak mengenai direksi lain yang kelakuannya seperti Ari Askhara. "Ini kelihatannya seperti puncak dari gunung es, dari proses pemilihan Direksi selama menteri masih Ibu Rini. Saya tahu banyak direksi yang kelakuannya mirip-mirip dengan Ari Askhara dan pindah-pindah setiap saat," ujarnya.

Said Didu mengungkapkan pengalamannya saat masih berada dalam jajaran internal BUMN. Ia mengatakan, ikut mengganti Dirut dan menyelamatkan Garuda. "Di Garuda Indonesia, saya tidak pernah menemukan (kasus penyelundupan) sejak saya di dalam. Saya di dalam itu tiga kali mengganti Dirut. Saya ikut menyelamatkan Garuda dan itu tertata dengan baik. Hanya masalah di akhir-akhir Pak Emir. Kita harus akui, Emirsyah Satar yang membesarkan Garuda hanya kepleset di akhir," ungkapnya.

Said Didu memberikan harapan besar kepada Erick Thohir selaku Menteri BUMN untuk menangkap orang yang sama seperti Ari Askhara. "Jadi saya katakan untuk Pak Erick Thohir untuk ke depannya mencari orang yang memiliki integritas tinggi untuk memimpin di BUMN," tutup Said Didu. (TS)

 



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu