Masa Depan Infrastruktur Transportasi  Dipertanyakan

Masa Depan Infrastruktur Transportasi  Dipertanyakan
Transportasi.co | Pimpinan Umum Majalah Transprotasi Indonesia Dr.Ir Muhammad Said Didu, M.Eng mengkritisi model pembangunan infrastruktur transportasi yang dilakukan Pemerintahan. Ia menilai, kementerian terkait lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur komersial tanpa study kelayakan.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur transportasi sepertinya dibuat saling berkompetisi sehingga nanti bakal ada yang mati suri. 

“Selama ini pemerintah sibuk membangun tol, kereta ringan (light rapid transit/LRT), moda raya terpadu (mass rapid transit/MRT), yang bertujuan kepentingan komersial. Sementara ada laporan LRT di Sumsel terus mengalami kerugian. ,” ujar Said Didu, disela-sela diskusi tentang Masa Depan Infrastruktur Transportasi Indonesia  bersama Direktur Marketing Dien Sakarudin, di kawasan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/3/2020).

Lebih jauh dia menyatakan, pembangunan infrastruktur Pemerintahan Jokowi selama ini terkesan terburu-buru dan demi pencitraan politik.  Oleh karenanya, infrastruktur dibangun tanpa perencanaan yang baik

Pada akhirnya, lanjut Said Didu, beban pembangunan infrastruktur komersial yang mengabaikan uji kelayakan ini berada di pundak sejumlah BUMN. Utang sejumlah BUMN bidang konstruksi diketahui membengkak lantaraan proyek ambisius ini.

"Saya mengkritisi Infrastruktur yang dibangun sekarang adalah infrastuktur komersial dengan mengabaikan kelayakan. Tunggu saja nanti pasti ada ledakan dimana BUMN trasportasi akan ada yang bangkrut," kata Said Didu.

Said Didu mengkritisi beberapa proyek  mulai dari kereta cepat Jakarta-Bandung, pembangunan tol lintas utara Jawa dan Sumatera.

Selain berdiskuai masalah infrastruktur, dalam kesempatan ini juga dibahas tentang pengembangan Majalah Trasportasi Indonesia.

Menurut dia, sebagai media cetak dan online yang fokus dalam pemberitaan sektor transportasi, infrastruktur, dan supply chain, Transportasi Indonesia harus berani mengkritisi secara jeli program pembangunan infrastruktur yang sudah salah kaprah. 

"Prediksi saya dampak dari pembangunan infrastruktur transportasi yang tidak terukur akan memakan korban, salah satunya adalah BUMN berbasis rel,"pungkas Said Didu. (DH)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu