Keren, Kendaraan Bermotor Listrik Tidak Dikenakan Pajak BBN-KB

Keren, Kendaraan Bermotor Listrik Tidak Dikenakan Pajak BBN-KB
Transportasi | Untuk mendukung minat masyarakat beralih menggunakan kendaraan bermotor listrik, pemerintah provinsi DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No 3 Tahun 2020 tentang insentif  Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) atas Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) berbasis baterai untuk transportasi jalan.

Dalam penjelasan secara detail Pergub ini menjelaskan, bahwa kendaraan bermotor listrik akan mendapat fasilitas gratis proses balik nama mobil dan motor yang 100 persen gunakan listrik berbasis listrik, tetapi tidak berlaku bagi kendaraan jenis hybrid atau semi listrik lainnya.

Kebijakan ini adalah bagian dari 7 inisiatif Jakarta untuk udara bersih Jakarta. Selain itu hal yang paling menarik dari Pergub ini adalah kendaraan listrik bebas ketentuan ganjil genap.
Pembebasan pajak berlaku sampai 31 Desember 2024.

Terkait dengan Pergub ini, Managing Director Transportasi Indonesia, Irwadhi Marzuki menyatakan peraturan pembebasan pajak BBN-KB ini merupakan terobosan dari Pemkot DKI untuk mempercepat mewujudkan era kendaraan bermotor listrik.

“Dengan adanya pembebasan pajak ini diharapkan ekosistem pengguna kendaraan bermotor listrik semakin bergairah untuk beralih kepada trasportasi yang lebih ramah lingkungan,”ungkap Irwadhi.

Dukungan secara nyata juga dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk mewujudkan era kendaraan bermotor listrik dengan menggelar even Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 18-20 Juni 2020 di Balai Kartini Jakarta.

Pameran ini akan menampilkan perusahaan otomotif yang akan memproduksi kendaraan bermotor listrik, teknologi charging station dan componen battery. Untuk mengetahui secara lebih detail tentang teknologi masa depan mobil dan motor listrik masyarakat bisa hadir di Pameran IEMS 2020. (DH)

 



0 Komentar

Berikan komentar anda