Karantina Wilayah Berdampak Pada Omzet Angkutan Darat

Karantina Wilayah Berdampak Pada Omzet Angkutan Darat
Transportasi.co | Akibat penyebaran Covid-19 beberapa Pemerintah Daerah memberlakukan karantina terhadap warganya, mengimbau agar tidak berpergian ke luar kota ataupun sebaliknya. Akibatnya, berdampak pada penurunan omzet angkutan transportasi.

Sekjen DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) Ateng Haryono mengatakan, adanya pemberlakuan karantina dibeberapa wilayah berpengaruh terhadap pendapatan angkutan transportasi. Omzet bus penumpang diperkirakan turun 75 persen dan bus pariwisata sampai 85 persen.

“Kebijakan ini dilakukan untuk memutus rantai penularan virus corona (Covid-19). Namun, kebijakan pelarangan mobilisasi orang tersebut harus dilakukan dengan baik. Sehingga nantinya mobilisasi dengan kendaraan pribadi juga harus dilarang,” ucapnya.

Menurutnya, perlu ada relaksasi bagi industri angkutan darat antara lain peniadaan pungutan pajak dan retribusi dapat diberikan selama enam bulan dari masa penanggulangan Covid-19 hingga pemulihan. Selain itu mengenai pinjaman dan bunga juga perlu direlaksasi.

“Ini demi mengurangi beban perusahaan selama masa karantina wilayah,” pungkasnya. (CR)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu