Kabut Asap di Kalimantan dan Sumatera, Operasional Bandara Masih Normal

Kabut Asap di Kalimantan dan Sumatera, Operasional Bandara Masih Normal
Transportasi.co | Maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menghasilkan kabut asap mulai berdampak pada aktifitas penerbangan di sejumlah bandar udara di wilayah Sumatera, Kalimantan dan sekitarnya. 
 
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan terus berupaya memastikan operasional penerbangan di bandara yang terdampak berjalan normal. 

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, hingga hari ini, Rabu (11/09), disejumlah wilayah terdapat titik api dengan kategori sedang dan tinggi yang menyebar di Sumatera, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. “Kami akan terus memantau perkembangan kebakaran hutan di wilayah Sumatera dan Kalimantan serta berkoordinasi …
[17:11, 9/12/2019] Mitaamaliahapsari: Rute Tol Laut Meningkat 3 Kali Lipat

Dalam kurun waktu empat tahun, jumlah rute tol laut telah meningkat 3 (tiga) kali lipat. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono menjadi narasumber pada Conference of ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO) ke-37 bertempat di Jakarta International Expo Kemayoran, Rabu (11/9). 

“Setelah 4 tahun kami mengelaborasi program ini, kami menemukan bahwa program tol laut ini mengalami pertumbuhan. Sebagai contohnya, tingkat pelayanan mengalami peningkatan. Pada awal program ini dibuat, kami mengoperasikan sebanyak 6 rute dan sekarang sudah hampir menjadi 3 kali lipatnya,” pungkas Djoko.

Disampaikan Sesjen Djoko, program tol laut ini memberikan dampak pengurangan biaya logistik pada beberapa daerah dan juga mendorong perekonomian lokal untuk terus tumbuh.

“Hasil dari program ini adalah kami dapat mengurangi biaya logistik di beberapa daerah serta dapat mendorong perekonomian daerah untuk terus berkembang, dan juga mencapai kemajuan untuk membuat aktivitas baru,” ujarnya.

Dalam 5 (lima) tahun ke depan, Kementerian Perhubungan berencana untuk mengajak perusahaan pelayaran swasta untuk bekerjasama dalam program tol laut. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi program tol laut serta mengurangi disparitas harga yang ada di wilayah Indonesia bagian timur.

“Dalam 5 tahun ke depan, kita akan mengatur sistem investasi dengan mengalokasikan anggaran yang lebih bagi program tol laut ini. Sebagai contoh, kita akan melibatkan perusahaan pelayaran swasta untuk bekerjasama dalam program tol laut ini karena kapasitas dari PT PELNI sangat terbatas. Kami percaya dalam 5 tahun kedepan tol laut akan memberikan progres positif yang sangat signifikan,” tutupnya. (MAH)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu