ILC Akademisi Gelar Talkshow & Sharing Session Logistik Hadapi Industri 4.0

ILC Akademisi Gelar Talkshow & Sharing Session Logistik Hadapi Industri 4.0
Transportasi.co | Guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), para mahasiswa yang berasal dari perbagai perguruan tinggi di bidang kelogistikan, yang tergabung dalam Indonesian Logistics Community (ILC), menggelar Talkshow & Sharing Session “The Readiness of Millennials Generation Logistician in Era Digitalization 4.0”, bertempat di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Minggu (17/3/2019)
.

Dalam acara yang menampilkan narasumber Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi, Head of Human Capital Division JNE Ayung Prasetio, Ketua Umum Indonesian Logistics Community (ILC) Teguh Siswanto, dan C-Founder Porter Richard Cahyanto, diikuti sejumlah mahasiswa dan mahasiswi dari sekitar 8 perguruan tinggi di sektor logistik di Indonesia.

Julius Cancer Zain, Ketua ILC Chapter Akademisi, mengatakan selain belumadanya kurikulum logistik yang “pakem”, ada kesenjangan atau gap antara ilmu dibangku kuliah dengan aplikasi dunia kerja di era digital dan millennial. “Sering antara ilmu yang didapatkan di bangku pendidikan, sering tidak lengkap ketika para lulusan perguruan tinggi memasuki dunia pekerjaan. Ada yang kesenjangan antara ilmu dan tantangan di dunia kerja,” kata Julius, kepada Transportasi Indonesia, di sela acara tersebut.

 

Julius menambahkan, maksud tema yang di usung mahasiswa sebagai penerasi penerus dan sumber daya manusia di sektor logistik menghadapi tantangan digitalisasi 4.0. “Saat ini, industri logistik sudah menerapkan digitalisasi. Untuk merespon hal tersebut, kami mahasiswa harus megetahui dan siap menghadapi digitalisasi 4.0,” kata Julius.

 

Teguh Siswanto, Ketua Umum dan Founder Indonesian Logistics Community, acara yang digelar Chapter Akademisi, salah satunya untuk mempersiapkan generasi muda atau milenial, khususnya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di bidang kelogistikan untuk siap untuk menghadapi industri 4.0.

 

“Sebab, ke depannya, antara logistik dan digitalisasi merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan. Teman-teman mahasiswa harus mengetahui, mengerti, dan berani mengaplikasikan digitalisasi di sektor logistik. Mahasiswa sebagai generasi penerus harus mampu mengkolaborasikan antara logistik dan digitalisasi die ran industri 4.0,” tegas Teguh.

 

Yukki Nugrahawan Hanafi, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), mengatakan ALFI mengapresiasi acara yang dihadirkan para mahasiswa yang tergabung dalam ILC Chapter Akademisi. “Para mahasiswa memiliki keinginan untuk mengetahui tentang logistik. Bahkan mereka sudah advance, bukan hanya sekadar logistik, tetapi juga mengetahu mengenai mata rantai pasok (supplay chain). Mereka juga bicara mengenai transformasi di era digitalisasi,” kata Yukki. 

 

ILC Chapter Akademisi berada dibawah ILC Profesi, sehingga kami dapat memanfaatkan keilmuan dan pengalaman para profesioanl di ILC Profesi. “Kami berharap ILC Akademisi bukan saja untuk mewadahi para mahasiwa, tetapi untuk merangkul segala hal. Kami bertekad menjadi jembatan dari kampus para pelaku dunia logistik dan regulator,” tandas Julius. (TS)




3 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu