Di Tengah Pandemi Covid-19, SAP Express Catat Kenaikan Pendapatan

Di Tengah Pandemi Covid-19, SAP Express Catat Kenaikan Pendapatan
Transportasi.co | PT Satria Aantaran Prima Tbk atau SAP Express, perusahaan jasa pengiriman yang didirikan dan mulai beropersi pada tahun 2014, di tengah pandemi Covid-19 tetap mengalami pertumbuhan usaha yang cukup baik hingga kuartal I tahun 2020.

SAP Express telah mencatat kenaikan pendapatan 29,19% atau sebesar Rp108,63 miliar. Angka ini lebih tingg dibandingka periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya mencatat Rp84,08 miliar. Demikian juga dengan profitability, hingga semester I tahun 2020, SAP Express tercatat membukukan kenaikan laba bersih 166,90% atau sebesar Rp11,36 miliar, meingat signifikan dibandingkan periode yang sama di taun sebelumnya yang hanya mencatat laba bersih sebesar Rp4,26 miliar.

Presiden Direktur PT SAP Express Tbk Budiyanto Darmastono mengatakan meskipun semasa pandemi dan pemberlakukan PSBB, revenue SAP Express yang berasal dari segmen korporasi mengalami sedikit penurunan karena imbas dari banyaknya perusahaan-perusahaan yang memberlakukan kebijakan work from home (WFH). 
“Hal ini menyebabkan banyak kantor-kantor yang tidak beroperasi secara full sehingga secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi aktivitas pengiriman yang dilakukan oleh perusahan-perusahaan tersebut,” ujar Budiyanto, saat presconference Public Expose PT Satria Antaran Prima Tbk, di The Park Hotel Cawang, Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Dia menambahkan, untuk segmen lainnya, terutama segmen eCommerce mengalami peningkatan karena banyaknya toko atau tempat belanja offline yang menutup usahanya karena kebijakan PSBB. “Tutupnya toko atau tempat belanja offline ini membuat masyarakat beralih untuk berbelanja secara online. Kenaikan puncak segmen eCommerce terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri, dimana masyarakat banyak berbelanja online untuk kebutuhan Lebaran mereka,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary Denny Parhan mengatakan SAP Express tetap optimis melangkah ke depan di tengah lesunya ekonomi karena pandemi Covid-19 sebagai imbas positif dari maraknya transasksi penjualan ritel melalui eCommerce yang melibatkan aktivitas pengiriman barang. “Perseroan mengutip data yang dirilis oleh Statista Digital Outlook hingga tahun 2020, penualan eCommerce di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dar US$16,4 miliar atau bertumbuh rata-rata sebesar 18% setiap tahunnya sejak 2018,” kata Denny.

Lanjut Denny, selain aktif mensupport bisnis eCommerce, perseroan juga menawarkan jasa pengiriman dalam dan luar kota, jasa pengiriman internasional dan cargo, jasa distribusi, mailing room, dan lain-lain, dengan pengiriman melalui moda transportasi darat, laut dan udara. 

“Layanan cash on delivery (COD) menjadi kekuatan utama Perseroan dalam peta persaingan antar sesame perusahaan jasa delivery lain. Dimana layanan COD Perseroan saat ini sudah menjangkau hampir seluruh area di Indonesia,” imbuh Denny. (TS)



 



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu