Catat, Pelat Nomor Biru Untuk Kendaraan Listrik

Catat, Pelat Nomor Biru Untuk Kendaraan Listrik
Transportasi | Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menetapkan warna biru sebagai warna khusus pada pelat nomor atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) kendaraan listrik di Indonesia. Pemberian warna pada TNKB kendaraan listrik, berfungsi sebagai ciri atau pembeda kendaraan listrik dengan mobil atau sepeda motor konvensional lainnya.

Direktur Registrasi dan Identifikasi (Regident) Korlantas Brigjen Pol Halim Pagarra mengatakan, perbedaan warna akan menjadi penanda bagi instansi lain sebagai contoh untuk bebas parkir, bebas masuk kawasan ganjil genap, dan lain sebagainya.

“Namun demikian, pemberian warna khusus ini tidak berlaku pada semua jenis kendaraan elektrifikasi, melainkan hanya untuk kendaraan listrik murni yang menggunakan baterai. Artinya, mobil hybrid atau plug in hybrid electric vehicle ( PHEV) akan tetap menggunakan warna pelat nomor biasa tanpa ada ciri khusus,” kata Halim.

Pemberian warna ini dilakukan Polri yang merupakan lembaga yang melakukan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor, termasuk kendaraan bermotor listrik (KBL). "Polri memberikan penandaan pada TNKB KBL berbasis baterai berupa warna biru pada ruang masa berlaku. TNKB sesuai peruntukan kendaraan listrik tersebut," ucap Halim.
 
Lebih lanjut Halim menjelaskan, penentuan tanda melalui warna di pelat nomor untuk kendaraan listrik sudah melalui pembahasan focus group discussion (FGD) dan kajian. Hal tersebut juga dilakukan tanpa mengubah Peraturan Kapolri (Perkap). Regulasi tetap berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pemberian warna khusus pada kendaraan listrik, menurut Halim, menjadi salah satu upaya Polri dalam mendukung Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik (KBL) berbasis baterai untuk transportasi jalan.

"Adanya perbedaan warna akan menjadi penanda bagi instansi lain sebagai contoh untuk bebas parkir, bebas masuk kawasan ganjil genap, dan sebagainya. Pelat khusus berwarna biru ini akan berguna untuk petugas kepolisian mengidentifikasi mana kendaraan listrik dan mana yang hanya hybrid atau PHEV atau mesin konvensional, ketika berjaga di area ganjil-genap. Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta juga mengeluarkan terobosan kebijakan dengan membebaskan pajak bea balik nama untuk kendaraan murni listrik,” tambah Halim. (TS)


 



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu