ABB Dukung Industri KBL di Indonesia

ABB Dukung Industri KBL di Indonesia
Transportasi | Sebagai komitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam percepatan program kendaraan bermotor listrik (KBL), ABB menggelar forum bertajuk “ABB Smarter Mobility Innovation Forum 2020” di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (30/1/2020). Forum strategis ini diadakan seiring pertumbuhan kendaraan listrik yang semakin berkembang terutama setelah Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden (Pepres) pada Agustus tahun lalu sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap industri KBL di Indonesia.

Hadir dalam acara ini sejumlah pembicara dari BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), PLN (Perusahaann Listrik Negara), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, TUV SUD dan tim ahli ABB di Indonesia dan Asia Pasifik.

Dalam forum ini, para tamu undangan membahas berbagai topik seputar industri kendaraan listrik di Indonesia, mulai dari tren global dan teknologi terdepan, manfaat dan dampak konsep mobilitas yang cerdas, sampai hal teknis seperti stasiun pengisian cepat AC dan DC yang andal dengan konektivitas yang kuat dan serta sistem pengisian bis listrik yang inovatif.

“Forum juga menunjukkan komitmen ABB untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam upaya mengurangi ketergantungan negara terhadap impor bahan bakar fosil," ujar Dodon Ramlie, Direktur, ABB di Indonesia.

Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat perekonomian terbesar di Asia Tenggara mencatat penjualan mobil lebih dari 1 juta unit per tahun. Pemerintah memiliki target 20% dari total produksi kendaraan baru merupakan kendaraan listrik pada 2025, sebagai upaya mengurangi ketergantungan negara pada impor bahan bakar fosil dan memungkinkan Indonesia untuk memaksimalkan cadangan nikel yang melimpah sebagai bahan utama untuk membuat baterai lithium-ion.

Sebagai bagian dari “Mission to Zero", ABB menawarkan solusi total, mulai dari pembangkit dan distribusi listrik hingga koneksi ke kendaraan. Berbagai upaya dari ABB ini merupakan dukungan strategis bagi pemerintah dalam menerapkan mobilitas yang cerdas, andal dan bebas emisi.

"Dengan dukungan pemerintah yang kuat ABB sangat optimis bahwa industri EV akan mengalamai pertumbuhan yang sangat pesat di Indonesi," tambah Dodon.

Sementara itu, Jorge Aguinaga, Local Business Manager untuk bisnis Electrification di Indonesia mengatakan, ABB telah memproduksi dan menjual lebih dari 13.000 unit pengisi daya cepat DC ke lebih dari 80 negara termasuk Imdonesia, dan permintaan ini terus meningkat. "Hal ini merupakan salah satu contoh bagaimana ABB terus berinovasi pada teknologi yang unggul, yang dapat membantu pelanggan dan mitra bisnis kami dalam mewujudkan masa depan bebas emisi," kata Aguinaga.

Sebagai informasi tambahan, ABB telah berhasil memasang dua unit fasilitas pengisian ulang cepat (fast charging) berbasis DC untuk BPPT di Serpong, Banten pada 2018 dan PLN Distribusi Jakarta di kantor pusat mereka di Gambir. Dalam waktu dekat, ABB juga akan menampilkan fasilitas pengisian ulang di komplek perkantoran WTC, di lokasi yang sama dengan kantor pusat ABB, tepat di pusat bisnis Jakarta. Fasilitas ini terbuka untuk pengguna kendaraan listrik. (TS)



0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu